“Jangan
berhenti tangan mendayung, nanti air membawa hanyut”
By :
Syamsudin Kadir
Kontitusi KAMMI
terdiri dari AD/ART dan GBHO (berisi hal-hal prinsipil yang bersifat moderat).
Sehingga GBHO berisi tentang garis-garis yang menbedakan pola-pola KAMMI dengan
gerakan lain. Inilah yang membedakan antara KAMMI dengan organisasi eksternal
lain. Titik beda yang sanyat dahsyat dari KAMMI ada pada GBHO. Kehidupan KAMMI
itu berdasarkan gerakan dari kader KAMMI, bukan gerakan fisik tapi gerakan
nilai-nilai KAMMI yang dieksekusi oleh kader KAMMI. Inilah yang menjadikan
karakter dari gerakan KAMMI.
Di GBHO terdapat
filosofi (visi,misi,kredo, dll). KAMMI adalah harokatul tajdid, yaitu gerakan
pengkaderan. Apapun kegiatan yang dilakukan itu merupakan bagian dari
pengkaderan KAMMI. Sehingga, kader yang ingin dibentuk adalah kader yang
paripurna. Yang kedua, adalah harikatul amal. Ruang lingkupnya adalah ibadah
dan muamalah. Dengan dua karakter inilah kelak yang membedakan KAMMI dengan
organisasi eksternal lainnya.
Aspek penerimaan
orang terhadap KAMMI sangat ditentukan oleh dua karakter diatas. Selanjutnya,
dalam KAMMI ada piramida KAMMI yang terdiri dari 4 yaitu, basis massa, basis
pemikir, basis ideology dan basis kebijakan. Sehingga ada proses pencarian diri
dalam kader KAMMI. Lalu kita masuk dalam pyramid yang mana? Piramida ini
seyogyanya bukan hanya maqom terhadap gerakan saja, tapi juga maqom dihadapan
Allah SWT. Maka, deteksilah kematangan dari tiap kader KAMMI.
Dalam hal
filosofi, ada 2 hal yang ingin dibahas yaitu visi dan kredo gerakan KAMMI. Visi
adalah hal-hal jangka panjang yang ingin dicapai oleh KAMMI. Sehingga, bukan
hanya manajemen diri yang ingin dicapai. Visi dari KAMMI yaitu :
KAMMI
Sebagai Wadah perjuangan permanen.
Mainset
yang dibangun adalah nilai-nilai peran KAMMI sebagai organisasi. Sehingga
walaupun KAMMI dibubarkan, nilai-nilainya akan tetap permanen. Karena KAMMI
bukan bersifat organisatoris. Ada nilai-nilai perjuangan dan pergerakan yang
aktif dalam diri KAMMI. Sehingga KAMMI bersifat massivikasi. Lalu yang
dilahirkan oleh KAMMI adalah para-para pemimpin. Maka tak layak kader KAMMI itu
mengambil posisi sebagai “rakyat”. Tak
ada istilah toleransi kemanjaaan dalam KAMMI. Outputnya adalah melahirkan kader
pemimpin-pemimpin dalam suatu negara dan mewujudkan bangsa dan negara Islam.
Sedangkan paradigma
gerakan KAMMI adalah cara pandang KAMMI. Bagaimana KAMMI menerjemahkan dirinya
secara internal dan eksternal. Who is KAMMI?
KAMMI secara
internal :
1.
KAMMI adalah gerakan dakwah tauhid.
Dalam
konteks ini setiap kerja-kerja KAMMI itu selalu mengingatkan kepada Allah.
Sehingga, dalam pelaksanaan DM1, materi asupan pertama yang harus dicerna
adalah syahadatain sebagai titik tolak perubahan.
2.
KAMMI sebagai gerakan intelektual profetik.
Inilah
yang membedakan KAMMI dengan kaum liberal. Jika ilmu masuk dalam system, maka
KAMMI menjadikan kajian keilmuan sebagai senjatanya. Ilmunya ilmiah dan amalnya
amaliah. Basisnya KAMMI itu adalah wahyu. Bukan berarti anti akal. Sehingga
wahyu itulah yang akan menentukan kebenaran dan kesalahan terhadap suatu hal.
Bukan fokus pada pembangunan kapasitas diri, tapi bisa menginspirasi orang
lain. Inilah yang membedakan antara KAMMI dengan gerakan yang lain. Selalu
gelisah dengan keadaan. Tidak pernah puas dengan kenyamanan-kenyamanan.
Sedangkan secara
eksternal :
1.
KAMMI sebagai gerakan sosial independen.
KAMMI
tidaklah anti dengan gerakan lain. Tidak menggantungkan gerakan dengan apapun
selain kepada Allah. Karakter kemandirian yang menjadi akar gerakan KAMMI.
Maka, KAMMI mempunyai kemerdekaan dalam menjalankan ranah kerjanya.
2.
KAMMI sebagai gerakan ekstraparlementer.
KAMMI
mempunyai tanggung jawab sosial yang tidak dieksekusi oleh intraparlementer.
Bukan berarti menggantungkan dengan pemerintah. Pun anti dengan partai. Karena
KAMMI bekerja di alam dunia yang membutuhkan kerjasama dengan yang lain. Selalu
gelisah dengan kondisi sosial yang tidak maslahat bagi umat. Kader selalu berpikir dibalik pikiran. Ia
selalu membuat kemungkinan-kemungkinan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar