Umar bin Abdul Aziz bin Marwan lahir
di Hulwan, sebuah desa di Mesir, tahun 61 H saat ayahnya menjadi gubernur di
daerah itu. Ibunya, Ummu ‘Ashim, putri ‘Ashim bin Umar bin Khaththab. Umar bin
Abdul Aziz dibesarkan di lingkungan istana dan memiliki kekayaan berlimpah yang
berasal dari tunjangan yang diberikan raja kepada keluarga dekatnya.
Hebatnya pencapaian Umar bin Abdul
Aziz dalam mengelola negara, berawal dari kesungguhannya menuntut ilmu,
ditopang oleh orientasi yang lurus kepada Allah, dan jerih payah tiada kenal
lelah.Dari pengabdian yang penuh dedikasi inilah, lahir negara yang adil, yang
terwujud dalam bentuk: menegakkan prinsip syura (musyawarah), menegakkan
keadilan, mengikis segala bentuk kezhaliman, bahkan memakzulkan para gubernur
yang diketahui bertindak zhalim, menghapuskan tindak semena-mena terhadap
masyarakat kecil bahkan terhadap kafir dzimmi sekalipun.
Reformasi Umar menyentuh segala bidang: Kehidupan keagamaan,
politik, sosial, ekonomi, dan budaya. Perekonomian misalnya, tegak di atas
nilai-nilai kebenaran, keadilan dan penghapusan kezhaliman dalam segala sektor,
meletakkan target-target ekonomi yang ril, pembagian harta kekayaan yang masuk
ke dalam kas negara secara adil, meningkatkan taraf ekonomi dan kemakmuran
masyarakat, sehingga semua orang dengan suka cita ikut terlibat dalam aktifitas
ekonomi, bahkan lahan-lahan yang mati menjadi hidup. Muslim dan non Muslim,
hidup berkecukupan, sampai tak ada orang yang mau menerima zakat dan sedekah.
Tonggak penting dalam negara yang dibangun Umar adalah, pertama, berdirinya
pusat-pusat kajian ilmiah dan pendidikan, dan kedua, orang-orang yang menjadi
penasihat, gubernur dan RA pejabatnya adalah orang-orang yang jujur, amanah,
shalih dan berilmu.
Kekhalifahan Umar ini adalah fakta sejarah di depan mata
orang-orang yang senantiasa meneriakkan, Negara yang berdiri di atas Syariat
Islam sangat rentan didera berbagai masalah dan krisis, sangat beresiko hancur
setiap saat, negara model begini hanyalah mimpi. Padahal sejarah itu terus menantang
dengan mengatakan, Tunjukkanlah bukti kebenaranmu, jika kamu adalah orang yang
benar. (Al-Baqarah: 111).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar